Zayn Malik dan Gigi Hadid Putus Karena Hubungan Toxic?

Pasangan Gigi Hadid dan Zayn Malik putus setelah insiden antara ibu Gigi, Yolanda Hadid, dan Zayn. Perselisihan itu diduga berujung pada kekerasan fisik yang dilakukan Zayn. Sejak sebelum insiden ini muncul ke permukaan, sejumlah sumber yang dekat dengan Zayn dan Gigi mengungkapkan bahwa keduanya sebetulnya menjalani hubungan yang tidak sehat atau kerap disebut toxic relationship. "Mereka menjalani hubungan yang super toksik," kata teman Zayn, seperti dilansir People. 

Sementara teman dekat Gigi mengatakan bahwa Zayn memiliki kepribadian yang rumit dan itu membuat posisi Gigi menjadi berat. "Zayn punya kepribadian yang rumit. Selama ini Gigi melalui hari-hari yang berat dengan tinggal bersamanya," ucapnya. Di sisi lain, Zayn dan Gigi sama-sama menjadi orangtua yang baik. Yolanda yang sangat melindungi Gigi menginginkan yang terbaik untuk putri dan cucunya. "Dia (Yolanda) punya beberapa masalah dengan Zayn. Dia berpikir bisa merawat Gigi lebih baik dan itu menciptakan konflik antara dia dan Zayn," kata sumber.

Meski tidak bertengkar, namun sumber menganggap perpisahan adalah yang terbaik untuk pasangan yang berkencan sejak 2015 dan kerap putus-nyambung itu. "Jauh lebih baik jika mereka berpisah. Gigi dan Zayn memiliki hubungan yang sangat destruktif ketika mereka bersama secara romantis," kata sumber kepada Us. 

Nahh, buat tebsholic yang memiliki hubungan yang rumit dengan kekasih coba kenali tanda - tanda hubungan toxic. Tanda toxic relationship tak selalu bisa dikenali dengan jelas. Apalagi jika seseorang sangat mencintai pasangannya, tanda toxic reationship tersebut sering kali terabaikan. 

Secara umum, manajer senior program di Power to Decide, Mackenzie Piper, MPH, CHES menjelaskan kepada Cosmopolitan bahwa toxic relationship adalah kondisi yang biasanya bermanifestasi pada relasi antara seseorang yang menegaskan kekuasaan atas orang lain dan seseorang yang mempertanyakan harga diri atau nilai dirinya. "Tapi, tidak ada definisi yang sempurna atau lengkap, karena semua hubungan bersifat subjektif," ucapnya. Berikut beberapa tanda toxic relationship yang mungkin tidak disadari:

 

1. Gaslighting 

Gaslighting adalah tanda toxic relationship yang sangat umum. Pada kasus ini, pasangan akan memberi tahu kita tentang perasaan kita atau merendahkan kita ketika kita menceritakan sesuatu pada mereka Misalnya, melalui komentar seperti "kenapa sih kamu jadi sangat sensitif sekarang."

 

2. Suka menyalahkan 

Pasangan akan menyalahkan kita atas masalah yang sebetulnya dia timbulkan atau menjadikan kita "kambing hitam". Ini adalah salah satu tanda toxic relationship. Menurut pemilik International Hearts Counseling Services, Lori Nixon Bethea, PhD, hal itu terjadi ketika pasangan akan mengalihkan masalahnya kepada kita sehingga kita merasa bersalah dan malu, padahal bukan sumber masalahnya.

 

3. Mengisolasi kita dari keluarga, teman, atau rencana lain 

Pasangan yang toksik akan mengisolasi kira dari teman, keluarga, atau rencana kita yang lain. Menurut terapis berlisensi, Oddesty K Langham, hal itu dilakukan untuk mendapatkan kontrol terhadap diri kita atau mendapatkan perasaan bahwa mereka punya kontrol atas diri kita. Misalnya, kita meminta izin main dengan teman-teman di akhir pekan, tapi pasangan melarang dengan alasan seperti: "Jangan. Aku mau kasih kamu kejutan spesial saat makan malam." Jika kondisi ini terjadi terus-menerus sehingga terasa begitu intens, ini termasuk tanda toxic relationship.

 

4. Playing the victim 

Pasangan yang manipulatif sering playing the victim atau menempatkan dirinya sebagai korban. Waspadai tanda toxic relationship yang satu ini. Setiap kali kita mengungkapkan pada pasangan tentang apa yang kita rasakan tentang sesuatu, pasangan akan mencari cara untuk mengesankan bahwa dirinya adalah korban. "Hampir tidak mungkin menciptakan keseimbangan dalam hubungan bersama seseorang yang hanya peduli dengan perasaan mereka," ucap Langham.

 

5. Lebih mudah stres dan sakit 

Toxic relationship sangat sering menciptakan respons "fight-or-flight", yang pada akhirnya membuat tubuh kita terlalu banyak bekerja sehingga lebih sering mengalami stres, kecemasan, atau lebih mudah sakit.

 

6. Mengontrol 

Pasangan yang toksik sering kali mengontrol pasangannya. Termasuk hal-hal seperti apa yang harus kita pakai, yang boleh dan tidak boleh diunggah ke media sosial, apa yang boleh kita makan, dan lainnya. Menurut CEO Skaology, itu adalah tanda toxic relationship.