Keluarga Glazer Berencana Menjual Manchester United

Setelah seringnya demo besar - besaran dari para fans Manchester United, keluarga pengusaha asal Amerika Glazer berencana untuk menjual saham kepemilikan Manchester United. Performa Manchester United yang menurun dalam beberapa tahun terakhir disebabkan karena lambatnya Glazer dalam bergerak saat bursa transfer. 

 

Para pemilik Manchester United, keluarga Glazer, dilaporkan punya rencana untuk menjual sebagian kepemilikan mereka di kubu Setan Merah. Diskusi bahkan dikatakan sudah berjalan dengan beberapa calon investor.

 

Keluarga Glazer yang telah memiliki Manchester United sejak 2005 dikatakan terbuka dengan prospek kedatangan investor anyar. Namun, menurut sumber juga mengatakan bahwa mereka tak siap untuk menjual keseluruhan kubu Manchester United yang diperkirakan memiliki banderol sebesar 5 miliar pound. Kabar ini menyusul seruan baru bagi keluarga Glazer untuk meninggalkan kubu Old Trafford.

 

Apalagi, Man United menjalani start musim sangat buruk dengan menderita kdua kekalahan beruntun kontra Brighton di Old Trafford dan kekalahan 0-4 saat bertandang ke markas Brentford. Man United kini telah menderita tujuh kekalahan tandang beruntun di ajang Premier League. Harry Maguire cs juga kalah dalam enam dari delapan laga liga terakhir. Sebagian suporter Man United menyatakan bakal menggelar protes sekitar satu jam sebelum laga Man United vs Liverpool bergulir pada Senin (22/8/2022). 

 

 

Kepemilikan Glazer diprotes karena beban utang klub tak berubah sejak klub pertama mereka beli pada 2005 lewat proses leveraged buying atau proses akuisisi perusahaan menggunakan uang pinjaman untuk memenuhi biaya perolehan. Di lain sisi, Man United membayar rerata 22 juta pound per tahun sebagai dividen ke keluarga Glazer. Kubu Setan Merah menjadi satu-satunya klub Premier League yang membayar dividen ke pemilik mereka. 

 

Beberapa pengamat memperkirakan kubu Setan Merah sudah membayar keluarga Glazer sekitar 745 juta pound sejak 2005. Padahal, infrastruktur klub seperti stadion Old Trafford dan markas latihan klub masih memerlukan perhatian dan investasi lebih. Kendati demikian, Manchester United masih mampu membelanjakan hingga 1,4 miliar pound di bursa transfer sejak 2012 dan 850 juta pound dalam lima musim terakhir, salah satu angka tertinggi di sepak bola Eropa. Jumlah tersebut adalah uang yang klub hasilkan secara mandiri tanpa suntikan dana dari para pemilik.